11/06/2010

Pesepak Bola Muda Paling Berharga

Sumber foto: Google

Alexandre Pato, Pesepak bola yang berasal dari Brasil ini yang bermain untuk AC Milan, di berikan penghargaan sebagai Most Valueable Young Footballer atau pemain muda paling berharga, lewat studi yang digelar sejumlah analis olahraga terhadap pemain di bawah usia 21 tahun.
Situs, Futebolfinance.com, mengeluarkan data ekonomi dan bisnis sepakbola, memperkirakan nilai transfer Pato saat ini €25 juta sampai €40 juta. Ia hanya unggul sedikit atas mantan pemain muda Inter Milan Mario Balotelli, sang striker dibeli Manchester City pada awal musim.
Daftar oleh para analis ini tidak hanya memperhitungkan usia pemain, tapi juga posisi, dan statistik pertandingan. Serta, lebih penting lagi, nilai transfer sebelumnya.
Eropa mendominasi daftar ini dengan menempatkan enam pemainnya. Sedangkan Amerika Latin hanya dua. Neymar menjadi satu-satunya pemain dari klub non-Eropa yang masuk daftar ini.
Berikut 10 Most Valueable Youngster, yang dilansir Goal.
 1. Alexandre Pato (21, Milan)
 2. Mario Balotelli (20, Man City)
 3. Tomas Mueller (21, Bayern Munich)
 4. Stevan Jovetic (20, Fiorentina)
 5. Eden Hazard (19, Lille)
 6. Bojan Krkic (20, Barcelona)
 7. Marko Marin (21, Werder Bremen)
 8. Neymar (18, Santos)
 9. Gareth Bale (21, Tottenham)
10. Javier Pastore (21, Palermo)


Sumber: VIVAnews.com
Read More..

Perilaku Produsen Dalam Kegiatan Ekonomi

Setiap kegiatan yang dilakukan oleh produsen dalam kegiatan ekonomi adalah produksi.

Ø  Produksi
Produksi adalah kegiatan menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang/jasa. Pelakunya disebut produsen.
           
Jenis produksi:
1)      Ekstaktif, mengambil apa yang telah disediakan oleh alam, seperti pertambangan minyak bumi, emas, perak, dll.
2)      Agraris, mengolah tanah, seperti pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan.
3)      Industri, mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau jadi.
4)      Perdagangan, membeli dengan tujuan dijual kembali tanpa megubah bentuk, atau mengolah terlebih dahulu, setelah memperhitungkan keuntungan yang ingin diraih.
5)      Jasa, memberikan pelayanan, seperti bank, dokter, hotel, dll.
Produksi Ekstraktif dan Agraris dinamakan produksi primer, sedangkan industry dan perdagangan disebut produksi sekunder.
Jenis Produsen/Pedagang
1)      Pedagang Super Marginal, ialah pedagang yang harga jualnya di bawah harga pasar (lebih murah dari harga pasar), sehingga barang dagangannya akan laku di pasaran. Pedagang demikian memperoleh keuntungan yang disebut dengan producer’s Rent (Premi produsen).
2)      Pedagang Marginal, ialah pedagang yang harga jualnya sama dengan harga pasar.
3)      Pedagang Sub Marginal, ialah pedagang yang harga jualnya di atas harga pasar (lebih mahal dari harga pasar).

Perluasan Produksi:
1)      Intensifikasi, usaha perluasan produksi dengan cara mengefektifkan / mengoptimalkan factor-faktor produksi yang ada sehingga lebih berdaya guna dan berhasil guna.
2)      Ekstensifikasi, usaha perluasan produksi dengan cara menambah factor-faktor produksi.
3)      Diversifikasi, usaha perluasan produksi dengan cara menganekaragamkan hasil produksi, baik dari jenis, bentuk, warna, ukuran, rasa, dll.
4)      Rasionalisasi, usaha perluasan produksi dengan cara menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi.
5)      Mekanisasi, usaha perluasan produksi dengan cara menggunakan mesin atau robot sehingga hasilnya lebih banyak dan berkualitas.

Peran Produsen:
a.       Memproduksi barang dan jasa
b.      Menyerap tenaga kerja dan mengurangi pengangguran
c.       Meningkatkan pendapatan masyarakat dan Negara
d.      Meningkatkan kepedulian social
e.       Meningkatkan kemakmuran
Produksi memiliki tujuan:
1.      Dari segi perusahaan, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat
2.      Dari segi pengusaha, mencari keuntungan semaksimal mungkin
3.      Secara makro, meningkatkan kesempatan kerja, meningkatkan penghasilan, mendorong permintaan terhadap produksi, apabila berlangsung terus menerus akan terjadi pertumbuhan ekonomi nasional dan masyarakat akan semakin makmur.
Faktor-faktor Produksi:
1.      Asli:
a.       Alam
b.      Tenaga kerja
2.      Turunan
a.       Modal
b.      Skill
Read More..

Pengaruh Biaya Sosial

Biaya Sosial yang mengakibatkan Masalah Sosial Dalam Masyarakat 
Masalah dalam biaya sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan ekonomi kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat. Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya. Biaya Sosial mempengaruhi faktor biologis, psikologis, dan sosial budaya saling mempengaruhi satu sama lain. jika masalah sosial berasal dari faktor biologis, maka akan berdampak pula pada psikologis dan sosial budaya. contohnya: penyakit menular yang dialami seorang istri dapat berpengaruh pada perceraian dalam keluarganya (budaya), yang menyebabkan stress (psikologis). Biaya sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :
1. Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dll.
2. Faktor Budaya : Perceraian, kenakalan remaja, dll.
3. Faktor Biologis : Penyakit menular, keracunan makanan, dsb.
4. Faktor Psikologis : penyakit syaraf, aliran sesat, dsb. Read More..

10/14/2010

STUDI KASUS BENCANA BANJIR WASIOR, PAPUA

Wilayah Papua Miliki Tingkat Rawan Bencana

sumber gambar: detiknews.com

sumber gambar: tribunnews.com


Kondisi geologi wilayah Papua memiliki tingkat kerawanan bencana yang sangat tinggi, seperti gempa bumi, tsunami, banjir, tanah lonsor, kekeringan, dan abrasi pantai. 


Sebanyak puluhan warga ditemukan tewas pascabanjir bandang melanda Kota Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, Senin (4/10). Sejumlah sarana dan prasarana pemerintahan serta rumah rakyat hancur diterpa air banjir mengingatkan kita terhadap bencana tsunami di aceh beberapa tahun yang lalu.

Penyebab bencana tersebut akibat perubahan ekologis daerah papua, Pemicunya adalah kerusakan dan perubahan fungsi-fungsi lingkungan hidup yang telah berlangsung beberapa tahun terakhir di wilayah itu. Salah satunya pembalakan liar. deforestasi atau alih fungsi hutan seluas lebih dari 1 juta hektar atau berkisar sekitar 250 hektar per tahun di Papua Barat. Salah satunya disebabkan pemerintah pusat yang telah memberikan izin bagi 20 perusahan untuk mendapatkan hak penguasaan hutan (HPH) dengan luas total 3,5 juta hektar di Papua Barat.


Menurut saya penanggulangan dan pencegahan becana tersebut:
  • ·         membuka posko bantuan bencana / meningkatkan bantuan kemanusiaan pasca bencana
  • ·         Melakukan  /  mengurangi emisi karbon
  • ·         Melarang adanya pembalakan liar 






Referensi :

  • Koran kompas
Read More..